Tuesday, March 6, 2012

Will You Sing It For Me?

No personal issues, just love the lyric and the way they sing it. Feels like they confessed to me. Hahahha..

Monday, February 13, 2012

Get Well Soon, Pi-chan :')

Ini kali kedua Pi-chan sakit dan (karena panik) akhirnya dibawa ke dokter.

Pertama sakit, hampir setahun lalu, kerontokan bulu yang (kemungkinan besar) penyebabnya adalah kutu atau telur-telur cacing dari serbuk kayu yang jadi alas kandangnya. Akhirnya dikasih resep salep Decocoderm sama dokternya, terus dikasih saran agar serbuk kayu dan pasir toiletnya dijemur dulu sebelum digunakan supaya telur-telur cacing atau kuman-kuman yang masih bisa aktif berkembang biak mati. Alhamdulillah beberapa hari kemudian sembuh, kulit keriputnya kembali ditutupi bulu.

salep yg bukan cuma ampuh untuk manusia

Nah, yang kedua ini lebih serius.
Suatu malam saat 'ritual' kasih makan, tiba-tiba ade saya komentar, "Mba Pi-chan kok diem aja dari tadi. Kayanya sakit. Makannya juga ga banyak". Terus saya cuma nanggepin, "Masa? Udah tua kali". Maklum hamster saya ini umurnya udah setahun lebih.

Besok paginya saat saya lagi iseng-iseng ngeliatin tingkah pecicilan hamster pasca pemberian sarapan, baru keliatan ada yang aneh di bagian bawah badannya. Tapi saya belum khawatir. Sampai tiba-tiba Pi-chan terbalik (posisi telentang) dan dengan susah payah membalikkan kembali badannya karena terhalang benjolan yang cukup besar di bagian bawah perut dekat kelaminnya (kalau saya ga salah prediksi).
Shock!

Sedih banget rasanya ngeliat binatang yang ga ngerti apa-apa sakit kaya gitu. Gerakannya jadi lamban, selera makannya menurun, yang biasanya aktif jadi mojok terus kaya menahan rasa sakit :'(

Saya coba cari-cari info di internet mengenai penyakit hamster dan penanganannya, tapi ga ada yang cocok dengan ciri-ciri yang disebutin. Terus tanya-tanya temen yang kebetulan calon dokter hewan dan sekarang lagi koas, Adit. 'Pemeriksaan' awal dari Adit via sms:
"Benjolan keras atau lembek?"
"Bisa ditarik atau nempel sama perutnya?"
"Jantan atau betina? Benjolannya di bagian susunya bukan? abis melahirkan/menyusuikah?"
Karena via sms dan saya yang awam akhirnya cuma dikasih saran untuk kasih vitamin hamster (yang bisa dibeli di Pet Shop) atau minyak ikan (dengan dosis setengah kapsul) karena terlalu beresiko kalau diberi resep obat.

Khawatir penyakitnya makin parah, akhirnya Pi-chan dibawa (lagi) ke dokter. Benar saja, ternyata ini penyakit yang cukup serius. Katanya kemungkinan harus disuntik dan disedot cairannya :((
Tapi karena baru 3 hari (jadi mungkin belum akut), Pak Dokter coba kasih obat. Dengan harapan benjolannya kempes dan Pi-chan ga perlu di 'operasi'.

puyer racikan dokter, biar kempes benjolannya

20 bungkus puyer, salep buat bulu, madu biar manis, suntikan buat nyekokin. Pi-chan fighting!

Udah gitu dengan sadisnya Bapak komentar, "Udah kasih kucing aja. Daripada sakit kaya gitu, kasian. Mending mati".
NOOOO!!

"Kalau udah memutuskan untuk pelihara binatang harus komitmen ngerawat. Jangan cuma sehatnya doang diajak main-main, tapi giliran sakit ga diurusin sampe akhirnya mati sendiri. Kejam!"

3x sehari harus dicekoki obat :(

Jadi merasa bersalah. Karena beberapa bulan ini saya dan ade udah mulai males membersihkan kandang hamster. Kasih makan juga suka telat, biasanya dua kali sehari (pagi dan malam). Tapi belakangan paling cuma sehari sekali.

Hamster di rumah ada dua. Semuanya betina. Karena yang satu berwarna gelap jadi dikasih nama Moko dan yang satu lagi warnanya putih, namanya Pi-chan. Fyi, nama-nama tersebut diambil dari nama aktor favorit sang majikan. huehuehue #GaPenting

sekandang berdua

Ade saya sempet bilang, "pantes aja mba, si Moko naro-naroin makanan ke pasir. Buat si Pi-chan, soalnya dia diem aja". Moko so sweet.. :')

Pi-chan jaman muda

Kalau diinget-inget ternyata Pi-chan lebih sensintif. Daya tahan tubuhnya yang kurang, ditambah majikan pemalas terbukti sukses bikin Pi-chan dua kali sakit. Hiks.

sementara dipisah dari Moko

Gome ne Pi-chan.

Get well soon.

Thursday, February 2, 2012

47 Ronin

"Among flowers, cherry blossom
Among men, the samurai"


Berawal dari rekomendasi teman yang menyarankan novel karya John Allyn tentang Klan Ottori (Setelah selesai baca baru tau ternyata itu novel tetralogi. Dang!), akhirnya saya jadi ketagihan membaca novel yang berlatar Jepang jaman kejayaan samurai.

Why do i love it?
Novel yang mengangkat kisah samurai biasanya berlatar belakang sejarah. Jadi secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada pembacanya. Mempelajari sejarah dengan cara yang menyenangkan. Sang penulis juga memberikan penggambaran yang cukup komplit. Dari kehidupan sosial masyarakatnya, budaya dan kepercayaan yang dianut, bagaimana pemerintahan dijalankan dan bagaimana penerimaan serta penghormatan rakyat terhadap pemerintahan yang berlaku pada saat, semuanya bisaditemui dalam novel tersebut.

Karena beberapa kelebihan itulah fix, John Allyn menempati urutan nomor dua setelah Dan Brown di daftar novelist favorit saya :D

Novel lain karangan John Allyn lainnya, selain Seri Klan Ottori, adalah 47 Ronin.


47 Ronin diangkat dari kisah nyata yang terjadi sekitar abad ke-18, pada jaman pemerintahan Shogun. Menceritakan pembalasan dendam seorang samurai terhadap pembunuh majikannya. Majikan disini adalah seseorang yang dijadikan tuan bagi bushido untuk mengabdikan seluruh hidupnya, biasanya adalah pemimpin Klan (CMIIW).

"Tak satupun seorang Ronin yang dapat hidup satu atap dengan pembunuh majikannya"

Dari novel itu saya jadi sedikit tahu, bagaimana kehidupan seorang samurai yang ternyata sangat setia dan amat sangat menjunjung harga diri serta kejujuran. Hmm..jadi ga heran kalau masyarakat Jepang saat ini sangat gigih dan bekerja keras dalam segala hal agar dapat berdiri diatas kaki sendiri (bahkan disaat bencana tsunami beberapa bulan silam), karena nenek moyang mereka pun seperti itu.

Overall, novel ini sangat bagus - terlepas dari nilai islam yang mengajarkan kedamaian dan tidak boleh mendendam - karena kita bisa 'melihat' bagaimana ketenangan, kecermatan dan kehatia-hatian pemimpin sangat berperan penting dalam dalam menyusun dan menjalankan strategi.
Bahkan saya berhasil membuat adik saya yang hobinya baca komik untuk membaca 47 Ronin ini sampai selesai, yang kemudian ditularkan ke teman sekelasnya. Haha.



What's Title: Kisah 47 Ronin

Who's the author: John Allyn
Where to buy: Kober (UI)
How much: Rp.25000,-
How many pages: 311



Thursday, January 26, 2012

Lampu Merah Pukul Lima

Sekitar pukul lima sore.

Jalanan tak pernah sepi. Lampu merah yang bisa menghabiskan sisa umur masih juga belum menunjukkan tanda-tanda perubahan warna menjadi kuning yang kemudian hijau. Bagi saya, hoki di perempatan ini menentukan nasib saya kedepannya bagaimana. Karena jika saya dapat jackpot (lampu merah) disitu, sudah pasti 300m kedepan dengan satu lampu lalu lintas di tiap 100m-nya, saya kena jackpot lagi. Durasi merahnya itu tidak main-main pemirsa! Selama nunggu lampu hijau, bisa tuh kenalan sama orang sebelah tukeran nomor telepon sampe cerita-cerita urusan rumah tangga.

Selama penantian, sampai pada akivitas saya ngeliatin ibu yang lagi berdiri di trotoar. Awalnya saya pikir mau naik bus. Bus lewat silih berganti, si ibu tetap pada pendiriannya: berdiri di trotoar. "Nunggu apaan nih si ibu?".
He..ada yang aneh nih. Alih-alih menatap bus, si ibu malah menatap tiap mobil pribadi yang lewat, "oh mungkin nunggu temennya kali yee..".
Eh, jempolnya mulai naik. Nah loh.
Saya perhatikan sekitarnya. Ternyata eh ternyata lima meter jarak dari si ibu ada orang lain yang juga nunggu di trotoar. Kemudian 5m dari orang itu ada orang lagi, dan seterusnya. Dari ibu-ibu yang cakep kaya mau arisan, yang bawa balita, sampe yang pakai pakaian kantor semua berdiri dengan mengikuti pola yang sama: jaga jarak 5m!

Sudah ketebak? Yap! ternyata mereka joki 3in1. Karena beberapa meter dari situ adalah Bundaran Senayan yang mana mulai menerapkan 3 in 1 dengan harapan mengurangi kemacetan.

Ini menarik. Saya mau foto. Tapi takut. Haha.

Kemudian saya menatap gedung yang trotoarnya dijadikan tempat para joki-joki itu menanti sang 'kuda'. Hmph. Takjub sendiri melihat nama yang tertera di gedung itu, lengkap dengan simbolnya: MABES POLRI

Saya ga ngerti lagi.

Udah ah.

Dan lampu pun akhirnya menjadi hijau.


Friday, January 13, 2012

49 Days

Dari drama-drama korea yang sudah saya tonton, cuma ini satu-satunya drama yang bikin saya mikir bahkan nulis di blog.


Yap, 49 Days. Bercerita tentang seorang perempuan yang mengalami kecelakaan, kemudian koma. Selama koma Ia bisa dapat kesempatan hidup lagi jika dalam 49 hari berhasil mendapatkan bukti kecintaan tiga orang yang tulus mencintainya (tidak termasuk orang tua dan saudara kandung), yaitu tiga tetes air mata dari masing-masing orang tersebut. Karena (menurut film tersebut), seseorang mengeluarkan air mata belum tentu ia menangis dan orang yang menangis belum tentu karena ia tulus dari hatinya. Jadilah rohnya berjalan-jalan dan merasuki orang lain untuk menemukan orang-orang yang mencintainya. Banyak hal-hal yang baru terungkap saat ia hanya menjadi roh. Singkat cerita, akhirnya perempuan tersebut berhasil mengumpulkan air mata dan kembali sadar dan. Namun ada takdir yang memang tidak bisa diubah, hari kematian yang tertulis sejak ia lahir. Waktu yang ia miliki sejak sadar dari koma hingga kematiannya ternyata 6 hari lagi.

Dari film itu saya jadi mikir, "Iya juga, kalau gw mati adakah yang ngerasa kehilangan? Berapa lama orang-orang akan mengingat gw, sampe akhirnya lupa bahkan ga peduli lagi? Selama hidup ini jejak apa yang udah gw tinggalin dalam kenangan mereka. Buruk, baik?".

Begitulah, akhirnya sambil nonton drama sambil muhasabah sendiri (kejadian langka!). Makanya jadi banjir air mata nontonnya :")

“You don’t know how precious it is to have a body, do you? Being able to touch, and feel warmth. You have a voice that someone else can hear, and you have people to hear your voice. You can look at someone and smile together.” – Ji Hyun-

Apalagi saat si perempuan mengetahui waktu hidup hingga kematiannya tinggal 6 hari lagi. Nah, ia beruntung masih bisa menghitung mundur sehingga bisa mempersiapkan segala sesuatu dan meninggalkan kenangan manis untuk orang tua dan orang-orang sekitarnya. Realitasnya? tidak demikan. So, jadi kepikiran untuk berusaha meninggalkan kenangan baik tiap harinya bagi orang tua dan juga (tentunya) 'nabung' lebih rajin buat memperberat timbangan masa depan :)

“If it were me, if I knew my days were limited… I would want to see that person’s face even more, to love him more, be good to him. The more you give, the more you get.” -Yi Kyung-



“This today of yours is the precious tomorrow of someone who passed away yesterday.”
-Shin Ji Hyun (49 Days)-

Monday, January 2, 2012

Randomly Browse

Sometime i got my self 'trapped' in site that provide a wedding stuff. I don't know, i just love to browse it. The decoration, merchandise, wedding dress, invitation card, the lovable wedding and pre-wed photos. Take a look at these beautiful pictures and i'm sure we'll have the same (random) enjoyment :D




Simply cute photos before the day..


Things i love the most from wedding reception: souvenirs :D



Sure i'll come, the party should be more interesting!



Which one i should drink first?



Photo source:
http://www.facebook.com/lighthousephotography
http://www.projectwedding.com
http://www.weddingku.com
http://creativerepository.com
http://langphotographers.com

Wednesday, December 21, 2011

Awkward Moment

When the simple word like "thanks" is just like the hardest word in world to say to your parents and birthday is not a special matter in your family, then giving present - a necklace and a set of body care - to mom and dad for the very first time in your life, all of sudden, is the most awkward moment ever.


From daughters to mom & dad




"I want you to be happy.
More than anything else I wanted to be the cause of happiness in you"
-Imagine Me & You-