Tuesday, January 18, 2011

Fire The Night Sky!

Well, this is the 18th day of 2011. Happy belated new year all :D
I always happy when the new year come, why?because fireworks are painting the night sky and i always thankful to people who spent their money for fireworks. They bought, others enjoying! Bless you royalmen!

These are pics i took from the top of my house, see how the fire really works at the sky!

wohoo..the fireworks were start!

Fire lampion




Thursday, November 25, 2010

Bocah Kopaja Ibukota


"Aku memang manusia biasa"
"Yang tak sempurana dan kadang salah..."

Suara serak bocah lelaki sekitar umur 12 tahun menghiasi kopaja di pukul 19.30 ini.

Sudah lama rasanya sejak terakhir kali saya kembali naik kopaja ibukota-bus angkutan umum yang jendelanya sulit untuk ditutup dengan daun pintunya yang berkarat dan berderak-derak ketika kopaja melaju dengan liarnya. Ongkos yang masih sama-Rp.2000 tidak tergantung jauh atau dekatnya jarak yang ditempuh penumpang.

Cukup untuk mendeskripsikan kopaja ibukota.

Suara serak itu tidak sendiri, beberapa bait lagu berikutnya dinyanyikan oleh seorang gadis kecil berambut sebahu. Suaranya cempreng, khas bocah seusianya. Saya tertegun sesaat. Melihat mereka, mengingatkan saya dengan adik dirumah-Tia. Adik perempuan yang tomboy yang sudah menjadi siswi SMA di usianya yang baru 14 tahun.

Terbayang oleh saya bagaimana jika yang bernanyi dan memegang gitar adalah adik saya. Naik-turun kopaja, bernyanyi dengan sekuat tenaga hingga tenggorokan kering. Mata saya berkaca-kaca. Terdengar berlebihan. Toh saya bukan ekspatriat dari negara maju yang kemudian pindah ke Indonesia yang sednag berkembang. Seharusnya saya tidak asing dengan semua ini. Mungkin karena sudah lama saya tidak menaiki transportasi umum (karena biasanya saya naik motor) sehingga perasaan kebas saya hilang, hati saya kembali tersentuh dengan hal seperti ini. Jujur saja saya orang yang paling tahan jika melihat 'perjuangan' hidup orang lain.
Apapun motivasi mereka, entah untuk membeli peralatan sekolahm entah untuk sekedar jajan sekalipun, saya yakin dalam hati bocah-bocah itu mereka hanya ingin hidup dengan mudah dan menikmati waktu-waktunya dengan bermain bersama teman-teman sebayanya di pekarangan rumah-bukan di jalanan.

Semua ada hikmahnya. Terbayang keinginan-keinginan yang hanya muncul karena kegoisan saya. Allah Maha Pengasih, Dia mengingatkan saya untuk selalu mensyukuri apa yang telah saya miliki saat ini. Semuanya-bahkan untuk hal/keinginan yang masih ditunda pengabulannya. Allah mengajarkan saya untuk tidak berfoya-foya dan kalap dengan apa yang saya dapatkan saat ini.

Semoga Allah selalu memberkahi kita semua.

Sunday, October 24, 2010

Monday, September 20, 2010

A Lot of Water Here!

Entah mengapa rumah saya yang baru direnovasi 4 tahun yang lalu malah makin ajaib. Salah satunya yang ini. Kejadiannya sekitar awal tahun lalu..


sendirian di rumah, hujan besar diluar dan tiba-tiba ada yang jatuh dari atas.


ini bukan rekayasa(haha), sungguh sederes ini loh airnya yang jatuh dari lantai 2. Bisa buat keramasan "yang alami, alami.."

ngeliat ini ngebayangin kapal selam yang jebol karena tekanan air laut *kebanyakan nonton film Hollywood*



masih sendirian dirumah dan terkesima dengan hujan indoor. Mengecek keadaan di lantai 2 ternyata air sudah menggenang semata kaki. Bengong, main-main air sebentar, turun. Akhirnya cuma taro ember dan baskom biar ga berlebihan banjirnya, selanjutnya foto-foto.



Setelah beberapa lama (kurang lebih 2 jam) akhirnya rumah kembali seperti semula, orang-orang rumah pun sudah datang. Usut punya usut ternyata sumbernya berasal dari tetangga belakang rumah yang saluran airnya tertutup sampah plastik.

Kejadian ini sempat terulang, jadi pernah ada dua kali hujan indoor dirumah saya.haha..



Friday, August 20, 2010

Capturing Surroundings

Every step can be a good moment. A good moment can be a great picture.
These are pictures, i took from some place.
Enjoy :)

Jak Mania

Looks like something will go down from the sky

Jual senjata tajam seperti jual kacang goreng

Apapun dilakukan untuk mendapatkan air, termasuk 'menebar' selang air layaknya Spiderman

Saturday, July 31, 2010

Pain, and No Gain

Menn..men..lagi-lagi pengalaman pahit *berlebihan* dalam men-download kembali saya alami. Sepuluh persen dari dua ratus juta penduduk Indonesia, yang mana adalah pengguna internet pastilah sudah terbiasa dan amat sangat paham dengan kecepatan internet di Indonesia yang bisa sangat tepat untuk dijadikan ajang untuk menguji kesabaran. Mengatahui asam-garam-pedas-yang tidak pernah manis per-internetan Indonesia entah mengapa saya masih tertarik untuk mengunduh film, ya film dengan ratusan mega byte dengan hanya mengandalkan kecepatan puluhan byte.Haha. Kalau diingat-ingat entah sejak kapan ya saya mulai melakukan hal ini, menunggu berjam-jam yang tak jarang hingga larut malam demi untuk sebuah unduhan.

Suatu ketika, saya dengan tekad mengunduh sebuah drama pendek Ueno (drama 5 episode, dengan cerita berbeda dan peran tokoh yang berbeda disetiap ceritanya) dengan menggunakan torrent. Kecepatan torrent tergantung dari banyaknya orang yang ikut men-download, dan berhubung yang ikut saat itu sedikit maka kecepatan yang dihasilkan pun yah-begitulah *saya pasrah*. Berminggu-minggu norrent di pause-start-pause-start, bujuk-bujuk orang rumah supaya mau mengaktifkan torrent saat mereka internetan (karena pengaktifan torrent menyebabakan lemotnya internet yang udah lemot, jadi perlu bujuk rayu yang ampuh), hasipun sudah menunjukkan 95%, tiba-tiba komputer menunjukan tanda-tanda bervirus. Menghindari dampak yang lebih buruk, scan antivirus pun diaktifkan.
Scan finish, delete virus. Virus hilang, muka senang.
Keesokan harinya..
Danngg!! Jangankan file hasil unduhan torrent, exe-nya pun untuk menginstal lenyap..

Meyakini perkataan Thomas Alfa Edison saat menciptakan bola lampu, "Saya bukan 1000 kali gagal dalam membuat bola lampu, tetapi saya menemukan cara lain untuk membuatnya", dan quote perkataan positif penuh optimisme lainnya, "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda", maka saya melakukan hal itu lagi: mengunduh.

Saat lagi surfing di dunia maya, saya menemukan link film yang selama ini saya cari!. Dari kerabat dekat, handai taulan, hingga kober saya tanyakan dan tidak ada yang tau tentang film itu hingga akhirnya saya dapat link-nya! lalalala *nyengir*
Download. Waktu yang diperlukan: 7 jam *mangap*. Memutuskan untuk tetap men-download, dan untuk pertama kalinya meninggalkan komputer yang masih menyala-ke kampus.
Jam 6 sore, pulang kuliah. Hati senang, senyum-senyum, membayangkan betapa asiknya pulang kuliah-mandi-ngaso ngaso-nonton film hasil perjuangan (baca:download) sambil makan semangka ditemani jus *berlebihan*.
Play with: media player. Corrupt *mengernyit*
Play with: media classic. Corrupt *hah?!*
Play with: power dvd. Corrupt *AAPAAHHH??!!!!*
7 jam yang hanya menambah biaya tagihan listrik plus sakit hati.

Karena menjadi orang yang mendendam bukanlah sesuatu yang baik, maka kemarin saya memulai kembali pengunduhan film ratusan mega byte. Di keterangannya butuh waktu tiga jam, oke lah masih saya anggap normal, yah sekalian sambil nonton dvd di laptop tidak akan terasalah. Internet disiang hari ternyata amat sangatttt *tidak bisa lagi berkata-kata*, dengan kecepatan 15kb/sec maju terus pantang mundur. 3 setengah jam berlalu *wah gw diboongin, katanya cuma 3 jam*. Tiba-tiba, PET (listrik mati).
Yang ada dipikiran: "untung laptop pakai batere, jadi ga mati. Lagi seru nih nonton dvd"
15 menit kemudian listrik nyala. Cek internet *membatu*, baru inget kalo listrik mati=internet mati=donwload terhenti.
Refresh download, not working. MENGULANG dari awal lagi. Nangis.

Wednesday, July 21, 2010

Little Men with a Huge Spirit

"Assalammu'alaikum. Amah Tiwi, Amah Tiwi..." (Amah, panggilan untuk seorang perempuan yang belum menikah dalam bahasa Arab. Kurang lebih seperti Kakak)
"
Wa'alaikumsallam", saya melongok ke pagar.
"Amah Tiwi, mau beli es ga?"

Ya, sekitar pk.14.00, saat matahari sedang terik-teriknya, saat hampir semua orang memilih untuk tidur atau sekedar istrirahat bahkan menolak melakukan kegiatan di luar ruangan, dua bocah berumur 7 dan 9 tahun seperti menantang matahari-dengan semangat dan senyum merekah berkeliling menjual es.

Muhammad dan Syamil, mereka tak lain adalah murid Kakak saya. Menurut Kakak saya, mereka (terutama Muhammad) memang sangat senang melakukan hal-hal semacam itu.
"Waktu itu pernah bantuin ngumpulin gelas Aqua, cuma dikasih 2ribu terus dibagi dua sama teman. Yah padahal udah cape-cape nyari. Ga mau lagi deh", ujar Muhammad. Haha.

Saya takjub melihat anak sekecil itu sudah memiliki semangat usaha yang tinggi
, sekaligus geli menyaksikkan kepolosannya.

Setelah keduanya pulang, Bapak melontarkan pertanyaan ke saya, "Kiki mau ga kalo disuruh jualan kaya gitu? berani ga?".
Saya terdiam, merenung. Jika mau jujur, saya tidak mempunyai mental dagang seperti mereka. Masih malu dan segan jika disuruh berdagang seperti itu. Kalah telak.
Padahal berdagang adalah pekerjaan yang disukai oleh Rasulullah SAW. Karena dalam berdagang ujiannya sangatlah besar, butuh kejujuran. Menjadi pedagang bisa membwa kita menjadi orang yang mulia dan masuk surga, atau malah sebaliknya.

Perlu diketahui 2 bocah itu tidak dengan paksaan loh, bahkan ummi-nya pun terkadang geleng-geeng kepala melihat tingkah kedua anaknya. Masya Allah..

Semoga Allah selalu memberkahimu, Muhammad & Syamil :)