Tuesday, November 26, 2013

Cemburu Buta


Mungkin ini yang dinamakan cemburu... buta.
Cemburu yang sudah di luar akal dan logika.
Bahkan mungkin aku tidak akan mengelak ketika sahabatku tertawa sambil berseloroh, "sudah gila!"

Menyadari bahwa bukan aku yang pertama kau tanyakan ketika membuka mata, dan melupakanku tidak membuatmu sakit kepala sementara kepalamu akan pening tujuh keliling ketika kau melupakannya di satu pagi, membuatku jadi meradang sendiri.

Akhirnya aku putar otak dan mulai belajar berkompromi.
Kini aku sudah bisa membuatmu meneriakan namaku kesana kemari.

Sungguh itu jadi hiburan tersendiri.
Ya.. setidaknya aku lah yang kau panggil berulang kali.

Meskipun tujuan utamamu tetaplah bukan aku.
Melainkan masih secangkir kopi itu.

Sunday, November 24, 2013

1st Anniversary :3

6 November kemarin, genap 1 tahun Apin diadopsi.
Terima kasih untuk pelajaran yang diberikan ya Apin. Dari mulai mengajarkan kami bersabar, menumbuhkan kasih sayang kepada hewan, kepasrahan sampai dengan menyadarkan bahwa setiap makhluk memang telah ditetapkan rezekinya oleh yang mencipta tanpa terlambat sebentar pun :)

             

Dan untuk segala keriaan, kehebohan, kekonyolan, kenakalan yang yang bikin rumah ini jadi lebih ramai dan hidup... i love you full :*

Thursday, November 21, 2013

Mengapa Melahirkan Anak ke Dunia Ini?

Dan jawaban paling juara adalah..

"Because we need more good guy, and my baby will be one of them"

Yes, pada akhirnya memiliki anak bukan hanya perkara melahirkan dan membesarkan, tapi juga bertanggung jawab untuk menjadikannya seseorang yang tumbuh dengan mental, pemikiran dan akhlak yang lebih baik dari generasi orang tuanya :)



Friday, November 8, 2013

Hujan

Bertemu kau lagi. Tapi situasi kali ini berbeda.
Aku tak perlu lagi memutar otak mencari bahan pembicaraan.
Karena sudah ada yang memecah keheningan.

Wednesday, October 23, 2013

Kembali Lagi

Bersyukur karena Ibu kota tempat segala berpusat, tempat semua emosi meluap, masih punya tempat untuk meregangkan otot dan meluruskan pikiran. Ibarat pohon rindang di tengah lapang gersang. Teduh :)

Lebih baik disini... 'rumah' mereka sendiri
Langit tak pernah gagal menghibur penglihatan
Air tenang menenangkan :")
Nasgor special pake debur ombak & sepoi pantai


Tidak akan pernah bosan untuk mengunjungi kepulauan seribu. Meski ini yang keseribu pun :)

Sunday, October 13, 2013

SelCa(t)

Seringkali banyak cerita di kepala saat di atas motor dalam perjalanan pulang Blok M - Depok. Tapi tak jarang juga cerita itu sudah terlupakan sebelum akhirnya sempat dituang.

Jadi, mari coba bercerita dari visual ini saja daripada bersusah payah merangkai kembali kalimat yang telah menguap entah kemana.

Beda ras beda anatomy :)
Bwueee..bete banget mukanya..
Messi memandangi lampu kamera yang kedip kedip dan berisik
Gangguin Apin yang lagi bersantai sore


Wacananya mau punya foto yang cetak-able dan pajang-able bareng dua krucil ini. Tapi apa daya, Apin terlalu aktif, kalau mendekat paling minimal digigit. Messi terlalu sombong dan anti sosial, diajak selca bareng malah kabur, kalau pun ke capture mukanya bete banget. Huh!

Anyway, mereka (terutama Apin) yang akhirnya bikin saya berpikir kembali apakah kelak akan jadi working mom atau sepenuhnya menemani di rumah (duh jauh banget ya mikirnya). Karena ternyata ketika bekerja, kesenangan dan hal-hal yang saya cintai hanya mendapatkan sisa waktu. Ya, sisa, dan bagi saya pribadi itu terdengar menyedihkan.

Sunday, August 11, 2013

Bukan Ku Tak Cinta

Sebagai seorang yang wara-wiri dengan motor, SPBU jadi tempat yang suka saya singgahi. Awalnya sih saya keukeuh pakai produk dalam negeri. Tapi sekarang kalau ada uang berlebih kayaknya lebih pilih ke SPBU lain, sebut saja Shell.

Dari segi produk, bensin Shell sama Pertamina sebenernya sih sama aja. Pertamax dan Super-nya Shell sama-sama bikin tarikan motor enteng dan lebih irit.  Kalau pakai berturut-turut selama seminggu motor serasa abis di tune up, enak dipakenya. Tapi gak enak di kantong ( -_-)/||
Dari segi customer service, hmm... jauh berbeda. Kampanye 3S yang dicanangkan sama Pertamina sekarang udah gak berasa lagi. Senyum, sapa, salam biasanya cuma saya dapat dari petugas SPBU yang masihdalam masa training (biasanya sih saya mengenali mereka dari bajunya yang masih pakai hitam putih, bukan seragam Pertamina). Ya.. capek juga sih kalau selama 8 jam nyapa, "dari nol ya..". Tapi buat saya, senyum aja udah cukup kok.

Hal yang menurut saya paling mencolok yaitu, masalah uang kembalian. Sabenarnya bukan masalah uang seratus dua ratus, tapi itu masalah kepercayaan konsumen. Karena itu masih hak saya. Beli 12.400 pun, saya kasih 13.000 gak pernah dapet uang kembalian :'(. Petugasnya lempeng-lempeng aja lagi mukanya. Seakan di Indonesia gak ada uang receh.

Suatu hari, saya coba-coba ke Shell isi full. Totalnya pembeliannya 19.600, dan hasilnya saya dapat struk + kembalian Rp.400 :D . Bukan masalah empat ratus rupiahnya, tapi saya amazed karena mereka memperhatikan hak konsumen. Hal-hal kecil seperti itu yang bikin konsumen seneng dan akhirnya loyal.

Untuk bersaing dengan asing seharusnya bisa lebih baik di negeri sendiri, toh?